Posted by: thelope | June 20, 2017

musim musim tanpa mu

Dong duduk sahaja di varandah memerhati musim berlalu dan keretapi yang berulang alik dari Zuzhou ke Changsha. Varandah pangsapurinya hanya mempunyai sebuah kerusi dan meja bulat yang kecil. Di atas meja kecilnya ada sebuah ass-tray yang kerap penuh, melimpah dan abuk2 rokok tersebut selalunya dipuput angin yang datang dari sisir sungai Xianjiang. Jika dia duduk di varandah itu ketika daun daun hijau berkembang dan sarat dengan klorofilnya, bunga magnolia putih yang muncul dari rimbun rimbun hijau itu akan segera menebarkan harumnya hingga sampai ke varandah Dong. Jika musim luruh, pohon pohon yang beratur di sepanjang walkway akan hanya tinggal ranting, daunnya jatuh di aspal basah, musim dingin kemudian mendatangkan anginnya yang terlalu dingin mengeletak disekitar cermin varandah.

Kelibut keretapi dari Zhuzhou ke Changsa tiada hentinya hingga jam duabelas malam. Bunyi hon kereta datang dari jauh, Dong duduk di Varandah menyaksikan awan awan, sungai Xingjiang, musim berganti dan harum bunga magnolia bagai harum engkau yang tiada di sisi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: