Posted by: thelope | June 6, 2014

Petang yang mendera

Petang memang agak sibuk. Sungai Ara airnya mengalir deras. Rosman duduk di atas motosikalnya sambil memerhati sekelian perempuan yang pulang ke blok H. Burung gagak yang bertenggek di atas tiang lampu memerhatikan Rosman dengan curiga.

Rosman menunggu Samsiah sebenarnya. Dia menunggu ibu tunggal itu pulang dari kerja saban petang. Dia sudah jatuh cinta barangkali dan yang mencabarnya, Samsiah tidak pernah peduli. Seperti tidak tahu, seperti Rosman tidak pernah wujud. Seperti Rosman hanya bagai tiang lampu.

Kalaulah…Samsiah melihat padanya dan tersenyum…kalaulah itu berlaku, Rosman akan segera menghitung hari untuk menamatkan zaman dudanya. Dia mahu ada perempuan yang mengisi hari-harinya. Dia akan bekerja bersungguh sungguh, kalau pendapatan sebagai jaga pasaraya tidak memungkinkan Samsiah gembira, dia akan meminta untuk bekerja part time dengan Buyung sebagai pencuci keretapi di depot setiap malam….janji kau ada Samsiah!.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: