Posted by: thelope | December 19, 2011

Kamal Bey dan kisah cintanya

Kamal Bey melihat dan mengusap helai helai rambut Yang Fatimah yang halus, mengurai dan jatuh ke bahunya. Jendela tingkap apartment yang menghadap laut itu berolak ditiup bayu yang mendesah dari Selat Melaka. Seketika Kamal Bey bertanya kepada Yang Fatimah,
“Yang, sebesar manakah kasih sayangmu kepada saya?”
“Sayang saya kepada you sebanyak awan di langit” jawab Yang Fatimah dan kemudian Yang Fatimah mengulangi pertanyaan yang sama kepada Kamal Bey.
“Sayang saya kepada you sebanyak batu batu di jalanan” jawab Kamal Bey.
Sesaat kemudian Yang Fatimah bertanya lagi.”….lagi?”
“Sebanyak daun daun diseluruh pohon pohon”
“lagi?”
“Sebanyak air di lautan”
“lagi?”
“Sebanyak butir butir pasir di pantai”
Seketika Yang Fatimah berpaling menghadap tepat ke muka Kamal Bey. Dia melihat bayangnya bergenang di dalam bola mata Kamal Bey yang kuyu dan sayu itu. Di samping bayang wajahnya di dalam bola mata itu, dia juga melihat cinta dan kasih sayang yang bertakung sarat. Lelaki itu telah hadir menawarkan dia option pada cinta, memberi dia pilihan, memberi dia bahu untuk dia menyandarkan resah dan mengadu duka yang kadangkala singgah lebat seperti hujan.

Yang Fatimah merapatkan bibirnya ke bibir Kamal Bey. Kamal Bey menenggelamkan ulas bibir Yang Fatimah ke dalam ciumanya yang santun, bibir Yang Fatimah bagai ulas ulas lemon yang manis, terbuka dan penuh dengan impian.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.